OctaFX | OctaFX Forex Broker
Buka akun trading
Back

Pratinjau Riksbank: Ekspektasi Lima Bank Besar

Riksbank akan mengumumkan Keputusan Suku Bunga pada 1 Juli pukul 07:30 GMT (14:30 WIB). Konsensus pasar adalah Riksbank tetap bertahan dan saat kita semakin dekat dengan waktu rilis, berikut adalah perkiraan ekspektasi oleh para ekonom dan peneliti dari lima bank besar terhadap pertemuan bank sentral yang akan datang.

Danske Bank

“Kami ragu akan ada implikasi pasar yang signifikan. Pertama, kami memperkirakan Riksbank akan kembali ke prosedur perkiraan normal, meninggalkan skenario April. Karena kedua skenario ekonomi tersebut sedikitnya sangat suram – dan sebagai pemerintah, NIER dan pihak berwenang lainnya telah menghasilkan skenario yang sedikit pesimistis di antaranya – kami memperkirakan revisi ke atas sejalan dengan ini. Ketika soal inflasi, Riksbank seharusnya membuat revisi ke bawah yang signifikan pada CPIF tidak termasuk Energi, yang sangat jauh dari jalur. CPIF kurang begitu, karena harga energi telah melonjak pada bulan Juni, menariknya menuju skenario Riksbank. Kedua, ketika menyangkut tindakan kebijakan moneter, kami tidak mengharapkan kali ini. Kami memperkirakan repo rate akan tetap tidak berubah di nol. Kami tidak mengharapkan fasilitas pinjaman 'akut' baru. Soal QE, mungkin terlalu dini bagi Riksbank untuk merinci rencana pembelian obligasi setelah Oktober. Tabel di sebelah kanan menunjukkan status QE saat ini di instrumen-instrumen yang berbeda. Namun, kami percaya ada kemungkinan kecil bahwa bank sentral dapat mengumumkan bagaimana melanjutkan pembelian obligasi perusahaan. Karenanya, kami menganggap itu akan menjadi pesan yang cukup 'membosankan'. Namun, ketika berkaitan dengan Riksbank Anda tidak pernah tahu. Lembaga ini tidak bisa diprediksi."

TDS

“Riksbank kemungkinan akan bergabung dengan serangkaian bank-bank sentral Eropa yang relatif hawkish setelah BoE dan Norges baru-baru ini. Kami menanti upgrade PDB 2020 setelah data semester pertama lebih kuat, meskipun Riksbank mungkin melihat pemulihan yang lebih berlarut-larut. Kami juga memperkirakan Riksbank menunggu hingga September untuk mengekspansi QE, dan proyeksi suku bunga kebijakan menunjukkan nol hingga akhir-2022.”

ING

“Kami tidak mencari kejutan besar dan suku bunga seharusnya tetap tidak berubah dan pembelian QE kemungkinan akan tetap ada. Ada risiko luar bahwa Riksbank akan mengikuti Norges Bank dan memperkirakan kenaikan moderat di akhir horizon perkiraan. Jika hal tersebut terjadi, reaksi SEK seharusnya positif tetapi seperti halnya dengan NOK (dan reaksinya terhadap perkiraan NB) seharusnya terjadi sekali saja dan tidak terulang, pedoman lunak soal pelonggaran akan bersifat teoritis (yaitu akhir 2022/awal 2023) dan tidak segera terjadi. Dengan demikian memiliki dampak positif terbatas pada mata uang."

Credit Suisse

“Kami melihat risiko bahwa hasil keputusan Riksbank mungkin terbukti dovish bahkan dibandingkan dengan set harapan saat ini. Secara khusus, kami melihat risiko bahwa bank menyampaikan nada dovish dalam forward guidance dan bahwa pada gilirannya akan memperkuat penetapan antisipasi suku bunga negatif. "

Nordea

“Kami memperkirakan jalur suku bunga dengan repo rate terjebak di 0% semua selama perkiraan tiga tahun, mungkin dengan kenaikan kosmetik pada akhir periode. Pada saat yang sama kemungkinan akan tetap terbuka terhadap penurunan suku bunga jika diperlukan ketika ekonomi mulai pulih. Kami percaya bahwa program pembelian akan dibiarkan tidak berubah untuk saat ini tetapi ekspansi kemungkinan pada pertemuan September tetapi lebih mungkin pada bulan November. Pasar hanya mengabaikan probabilitas kecil penurunan suku bunga dan karenanya reaksi pasarseharusnya kecil jika skenario kami benar.”

Berita Sela: Emas Melonjak Di Atas $1.780, Tertinggi Baru Multi-Tahun Di Tengah Arus Akhir Kuartal

Emas amati $1.800 tunggu informasi selanjutnya
Baca selengkapnya Previous

Pejabat Kesehatan AS: Tidak Ada Jaminan AS Akan Memiliki Vaksin Yang Aman Dan Efektif Untuk COVID-19

Tidak ada jaminan bahwa AS akan memiliki vaksin yang aman dan efektif untuk COVID-19," Dr Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and In
Baca selengkapnya Next
Mulai Livechat